Shopping Cart
0 unit
 
 
Testimonial

PAKETNYA SUDAH SAMPE TRIM'S YAH MBAK AKU SUKA BGT

• CULYANTI
Mbak, kaosny uda nyampe lhoo. Cepet banget!. Sablonannya juga baguussss! Puas deh! :D Makasii ya mba. Nnti aq order lagi aah. Aq rekomen ke yg lain jg loh.
• Hilda Chibi
Selengkapnya...
Isi Testimonial
 
Cek No Resi JNE
AWB Number:


 
Facebook
 

Apa itu Transfer Paper, DTG dan Flex?

Sebelum kita membahas mengenai metode sablon digital yang digunakan oleh Jumba Shop, ada baiknya kita mengetahui keunggulan sablon digital, yaitu :

  • Tidak ada minimal order karena dapat mencetak satuan.
  • Hasil sablon full color dan setara dengan kualitas photo.
  • Dapat dicutting sesuai dengan kontur/bentuk design.
  • Dapat diaplikasikan di berbagai bahan dan warna (gelap maupun terang).
  • Hasil sablon cukup kuat dan tidak mudah pecah, untuk metode tertentu perawatan jangan menyikat bagian sablon dan setrika bagian dalam.

Dengan keunggulan di atas, maka perkembangan sablon digital sekarang ini sangat pesat di Indonesia, bahkan kabarnya di luar negeri usaha distro kaos sudah beralih ke sablon digital.

Baik sekarang kita masuk ke penjelasan mengenai metode sablon digital yang digunakan oleh Jumba Shop, pada dasarnya Jumba Shop menggunakan 3 macam metode sablon digital, yaitu :

1. Transfer Paper

Metode Transfer Paper adalah metode sablon digital yang menggunakan media kertas khusus yang sering disebut "Transfer Paper", di mana gambar/desain dicetak menggunakan printer ke kertas khusus tersebut kemudian diaplikasikan ke kaos menggunakan mesin hot press. Gambar yang dicetak dapat menggunakan format jpg, gif, ataupun format lainnya.

Jenis Transfer Paper di pasaran sekarang ini sangat beragam, mulai dari harga yang murah sampai yang cukup menguras isi kantong dan untuk jenis tertentu,  kita dapat menggunakan setrika ketika mengaplikasikannya ke kaos, namun untuk hasil yang lebih memuaskan diharapkan tetap menggunakan mesin hot press.

Metode ini sudah lama sekali digunakan oleh Jumba Shop, sejak Jumba Shop bergelut di dunia sablon digital sehingga beragam jenis Transfer Paper pun sudah pernah digunakan. Ada kesan jelek terhadap penggunaan Transfer Paper, kebanyakan orang menganggap hasil sablonnya tidak awet dan mudah terkelupas, hal ini dapat ditangkis oleh Jumba Shop, Jumba Shop menggunakan Transfer Paper dengan kualitas terbaik sehingga hasil sablonnya awet dan tidak mudah terkelupas jika mengetahui cara mencuci & merawat kaos, cara tersebut dapat di klik di sini

Keunggulan metode Transfer Paper :

  • Tidak ada minimal order karena dapat mencetak satuan.
  • Hasil sablon full color dan setara dengan kualitas photo.
  • Dapat dicutting sesuai dengan kontur/bentuk design.
  • Dapat diaplikasikan di berbagai bahan dan warna (gelap maupun terang).
  • Hasil sablon cukup kuat dan tidak mudah pecah.

Kekurangan metode Transfer Paper :

  • Harus menggunakan mesin cutting jika bentuk desain/gambar sudah tidak dapat digunting secara manual menggunakan tangan.
  • Tidak dapat disikat ataupun disetrika pada bagian sablon.

2. DTG atau Direct to Garment printer

Dengan metode DTG ini, kita dapat mencetak langsung desain/gambar langsung ke kaos dengan menggunakan tinta khusus textil yang tidak akan luntur jika dicuci. Gambar yang dicetak dapat menggunakan format jpg, gif, ataupun format lainnya.

Keunggulan metode DTG :

  • Dapat disetrika pada bagian sablon
  • Tidak ada minimal order karena dapat mencetak satuan.
  • Hasil sablon full color dan setara dengan kualitas photo.
  • Hasil sablon kuat dan tidak mudah pecah karena tinta yang menyerap ke serat kain.
  • Proses sablon lebih cepat dan mudah.
  • Biaya produksi lebih murah dibandingkan menggunakan Transfer Paper ataupun Flex.

Kekurangan metode DTG :

  • Untuk sementara hanya dapat diaplikasikan di kaos berwarna terang.
  • Tidak dapat mencetak desain/gambar berwarna putih karena tidak tersedianya tinta berwarna putih.

3. Flex

Flex adalah lembaran menyerupai stiker yang bisa ditransfer menggunakan mesin hot press. Gambar yang dicetak sebaiknya menggunakan gambar berbasis vektor (contohnya : format AI, Corel Draw, dll)

Keunggulan metode Flex :

  • Tidak ada minimal order karena dapat mencetak satuan.
  • Dapat dicutting sesuai dengan kontur/bentuk design.
  • Dapat diaplikasikan di berbagai bahan dan warna (gelap maupun terang).
  • Hasil sablon cukup kuat dan tidak mudah pecah.
  • Warna solid

Kekurangan metode Flex :

  • Harus menggunakan mesin cutting untuk hasil yang rapi.
  • Tidak dapat disikat ataupun disetrika pada bagian sablon.